Buat seorang Dinda, yang kulatih untuk selalu menginventarisasi segala rasa di hatinya dan punya bakat seni, tentu ini perpisahan yang mengharukan.
Dan qadarallah, di tanggal ini persis, 3 tahun yang lalu adalah hari pertama kali Dinda berlomba mencari bangku di kelas 1. Berikut penggalan kenangan waktu itu, 18 July 2016:
![]() |
| Kenangan 3 tahun yang lalu, di tanggal yang sama Dinda mencari bangku pertama 18 July 2016 |
Dan hari ini, dengan suara bergetar namun lantang, Dinda membacakan surat perpisahannya yang semalam ia susun. Sketsa surat darinya ia buat semalam, dan aku sempurnakan diksinya.
Teman temannya hening, lalu Dinda bacakan di hadapan teman temannya...
Assalamualaikum warahmatullah,
teman teman yang aku sayangi karena Allah, dan ibu dan bapak guru yang saya takzim serta hormat selalu,
hari ini adalah hari yang bersejarah dalam hidup saya,
hari ini hari terakhir saya bersekolah disini, karena saya akan pindah sekolah ke SD Taman Kalijaga.
terima kasih banyak untuk segala cerita kita bersama denganmu wahai teman temanku semua,
kita bermain dalam 3 tahun ini, dari kelas 1 hingga kelas 4,
sejak dari pertama kali masuk,
berlomba mencari bangku bersama di kelas unggulan ini di hari pertama kita sekolah saat kelas 1 dulu
bermain dan bercanda,...kadang ada yang marah tapi lebih banyak juga cerita ketika kita saling memaafkan
semua hari hari aku disini bersama kalian adalah hari hari yang indah...
kita bersama sama belajar untuk mengerti dari semua yang ibu bapak guru sampaikan...
kadang kita juga bersama sama tidak mengerti, karena mungkin kita sedang capek, lelah berfikir atau bosan
tapi kita harus untuk segera mengerti dengan tugas dan PR PR yang banyak
ada cerita indah saat kita kerja kelompok, bangga rasanya jika hasil kerja kelompok kita diberi jempol oleh bapak ibu guru,
ingin rasanya untuk segera pulang dan bercerita dengan mama ayah
berharap senyum lebar mereka dan pandangan mereka yang berkaca kaca kepada kita,
berharap ayah yang lelah sepulang bekerja senyum lebar dan mengelus kepala kita
semoga kita selalu menjadi kebanggaan buat mama dan ayah kita
dan ini aku kasih kenang kenangan yang sederhana,
sebuah pulpen masing masing satu, semuanya kebagian, karena aku menyayangi kalian semua
tulislah dengan pulpen ini kata kata yang indah, ilmu yang bermanfaat, dan mungkin perasaan kalian, saat kalian sedang bosan, marah atau sedang senang,...
semoga dari setiap kata kata yang kalian tulis dari pulpen ini, ada aku yang selalu kalian ingat dan doakan.
Aku, dinda fatimah zahra, kelas IV A, teman dan saudari kalian dalam Islam, mohon diri, pamit, dan mohon maaf atas segala kesalahan.
wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ketika surat selesai dibacakan, baru terdengar beberapa sahabat putri Dinda yang menitikkan air mata.
Dinda melipat surat dalam buku tulisnya, lalu membagikan pulpen sebagai kenang kenangan ke teman temannya, satu persatu, semua-muanya, tak satupun yang tidak Dinda kasih.
Ibu Guru lalu memeluk Dinda di depan teman teman semua.
Lalu semua rekan rekan Dinda ikut menghambur ke depan...memeluknya bergantian.
Satu fragmen dalam episode Dinda yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.
Selamat ya Nak..telah belajar mensikapi peristiwa sederhana dengan penuh makna.
Tetaplah semangat dan sabar meniti setiap hari hari,
walau tertatih menyambut masa depan dengan jutaan kisah Indah yang menanti untuk kau syukuri...
Alhamdulillah alaa kulli hal,
Bismillah...
Assalamualaikum warahmatullah,
teman teman yang aku sayangi karena Allah, dan ibu dan bapak guru yang saya takzim serta hormat selalu,
hari ini adalah hari yang bersejarah dalam hidup saya,
hari ini hari terakhir saya bersekolah disini, karena saya akan pindah sekolah ke SD Taman Kalijaga.
terima kasih banyak untuk segala cerita kita bersama denganmu wahai teman temanku semua,
kita bermain dalam 3 tahun ini, dari kelas 1 hingga kelas 4,
sejak dari pertama kali masuk,
berlomba mencari bangku bersama di kelas unggulan ini di hari pertama kita sekolah saat kelas 1 dulu
bermain dan bercanda,...kadang ada yang marah tapi lebih banyak juga cerita ketika kita saling memaafkan
semua hari hari aku disini bersama kalian adalah hari hari yang indah...
kita bersama sama belajar untuk mengerti dari semua yang ibu bapak guru sampaikan...
kadang kita juga bersama sama tidak mengerti, karena mungkin kita sedang capek, lelah berfikir atau bosan
tapi kita harus untuk segera mengerti dengan tugas dan PR PR yang banyak
ada cerita indah saat kita kerja kelompok, bangga rasanya jika hasil kerja kelompok kita diberi jempol oleh bapak ibu guru,
ingin rasanya untuk segera pulang dan bercerita dengan mama ayah
berharap senyum lebar mereka dan pandangan mereka yang berkaca kaca kepada kita,
berharap ayah yang lelah sepulang bekerja senyum lebar dan mengelus kepala kita
semoga kita selalu menjadi kebanggaan buat mama dan ayah kita
dan ini aku kasih kenang kenangan yang sederhana,
sebuah pulpen masing masing satu, semuanya kebagian, karena aku menyayangi kalian semua
tulislah dengan pulpen ini kata kata yang indah, ilmu yang bermanfaat, dan mungkin perasaan kalian, saat kalian sedang bosan, marah atau sedang senang,...
semoga dari setiap kata kata yang kalian tulis dari pulpen ini, ada aku yang selalu kalian ingat dan doakan.
Aku, dinda fatimah zahra, kelas IV A, teman dan saudari kalian dalam Islam, mohon diri, pamit, dan mohon maaf atas segala kesalahan.
wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ketika surat selesai dibacakan, baru terdengar beberapa sahabat putri Dinda yang menitikkan air mata.
Dinda melipat surat dalam buku tulisnya, lalu membagikan pulpen sebagai kenang kenangan ke teman temannya, satu persatu, semua-muanya, tak satupun yang tidak Dinda kasih.
Ibu Guru lalu memeluk Dinda di depan teman teman semua.
Lalu semua rekan rekan Dinda ikut menghambur ke depan...memeluknya bergantian.
Satu fragmen dalam episode Dinda yang sulit dilukiskan dengan kata-kata.
Selamat ya Nak..telah belajar mensikapi peristiwa sederhana dengan penuh makna.
Tetaplah semangat dan sabar meniti setiap hari hari,
walau tertatih menyambut masa depan dengan jutaan kisah Indah yang menanti untuk kau syukuri...
Alhamdulillah alaa kulli hal,
Bismillah...



Tidak ada komentar:
Posting Komentar